Analisis Program Kampanye “Wisata Sejarah berbasis Fun Education di Candi Sumberawan” berdasar Ruang Lingkup Pekerjaan Public Relations (PENCILS)
Sebagai syarat memenuhi tugas Mata Kuliah Manajemen Program dan Kampanye Public Relations (A.KOM-4)


 



 Oleh :
Elisabeth Elita : 155120207111036

Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Brawijaya
2017




BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pariwisata Indonesia sangat beragam dan memilki potensi yang tinggi. Pariwista juga menyumbang tinggi ke sektor ekonomi. Hal tersebut didasari karena Indonesia memiliki alam beriklim tropis.
 Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, sebelas provinsi yang paling sering dikunjungi oleh para turis adalah Bali sekitar lebih dari 3,7 juta disusul, DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurut Kementrian dan Kebudayaan Sekitar 59% turis berkunjung ke Indonesia untuk tujuan liburan, sementara 38% untuk tujuan bisnis.
Masyarakat lebih cenderung pergi berlibur ke wisata bahari maupun maritim daripada ke wisata cagar alam atau budaya. Masyarakat menggangap wisata budaya merupakan hal yang membosankan. Hal itu tidak terlepas dari promosi – promosi yang di lakukan oleh meida. Mereka sebagian besar mempromosikan wisata bahari ataupun maritim ketimbang wisata budaya, juga promosi tersebut hanya di fokuskan ke beberapa pulau - pulau besar saja.
Malang juga merupakan salah satu tempat yang memiliki potensi pariwisata yang tinggi mulai wisata alam sampai wisata budaya. Candi Sumberawan merupakan salah satu tempat wisata yang berada di Malang. Candi Sumberawan memiliki potensi pariwisata yang ditinggi karena tempat tersebut memiliki beberapa keunikan. Pertama, candi tersebut memilki 2 mata air tepat di samping candi tersebut dengan fungsi yang berbeda. Di sisi kanan candi mata air tersebut berguna untuk membuat awet muda, sedangkan di sisi kiri candi berfungsi untuk menaikkan derajat seseorang. Kedua, Candi tersebut sering sekali dikunjungi oleh beberapa petinggi, pejabat dan kalangan artis. Mereka semua sering datang ke tempat itu untuk berdoa dan meminta kesuksesan.
Sayangnya Candi Sumberawan belum menjadi top of mind para wisatawan saat berkunjung ke Malang. Para wisatawan bahkan tidak menyadari keberadaan Candi Sumberawan ini. Para wisatawan lebih tertark pergi ke Jatim Park 1 &2 , BNS, Batu, dan sebagainya daripada ke Candi Sumberawan.
Oleh karena itu dibutuhkan sebuah kampanye Public Relations yang bertujuan untuk memperkenalkan Candi Sumberawan kepada publik dan masyarakat sekitar agar candi tersebut disadari keberadaannya. Agar tujuan tersebut tercapai Program Kampanye ini akan menggunakan Prinsip PENCILS sesuai dengan ruang lingkup Public Relations yaitu, publicity, event, news, community involvement, identity media, lobbying, social investment. Prinsip PENCILS dapat mempermudah kita untuk mencapai tujuan kampanye ini dan dapat menjadikan Candi Sumberawan sebagai “Wisata Sejarah berbasis Fun Education di Candi Sumberawan” sesuai dengan Program Kampanye ini.







BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Publisitas

Publisitas merupakan kajian yang sangat familiar di bidang PR. Banyak orang salah mengartikan arti publisitas itu sendiri, banyak yang belum dapat membedakan publisitas dan publikasi.  Menurut Hebert M. Baus (dalam Kriyantono, 2012 h. 41) mendefiniskan Publikasi adalah pesan yang direncanakan, dieksekusi dan didistibusi melalui medai tertentu untuk memenuhi kepentingan publik tanpa membayar pada media. Dalam hal ini bukan berati media tidak boleh membayar sama sekali kepada media tetapi jangan terlalu sering membayar media. Membayar media dalam konteks ini bertujuan untuk menjaga relasi yang baik dengan media. Sedangkan, publikasi adalah kegiatan untuk mengenalkan perusahaan kepada publik agar dapat dikenal.
Dalam melakukan publisitas juga terdapat keuntungan dan kekurangan di dalamnya. Kriyantono (2012) menjelaskan beberapa keuntungan dan kekurangan publisitias sebagai berikut:
·         Keuntungan:
1.      Publisitas mengandung kredibilitas tinggi di mata khalayak media (high credibility)
2.      Publisitas tidak membayar (nonpaid form of communication )
3.      Publisitas memungkinkan cerita lebih detail tentang produk dan perusahaan
·         Kekurangan:
1.      Tidak dapat dikontrol (no control over the message)
2.      Tidak dapat mengontrol jenis informasi yang dimuat
3.      Kredibilitas rendah (low credibility)
4.      Tidak dapat menjelaskan cacat produk

2.2 Ruang Lingkup PR (PENCILS)

Prinsip Public Relations dijelaskan secara singkat dalam PENCILS. Menurut Kriyantono (2012) menjelaskan PENCILS sebagai berikut:

1.      Publication & Publicity
Kegiatan yang dapat menegenalkan perusahaan kepada masyakarat luas melalui media contohnya, newsletter dan artikel.
2.      Events
Kegiatan atau acara yang dapat membentuk citra. Events dibagi menjadi dua yaitu events disengaja dan tidak disengaja contohnya, kampanye.
3.      News
Kegiatan Public Relations yang mengahasilkan produk –produk tulisan seperti press release, berita, newsletter dan lainnya. Tujuannya adalah menyebarkan informasi kepada publik.
4.      Community Involvement
Membuat program – program yang ditunjukkan untuk menciptakan keterlibatan komunitas atau masyarakat sekitarnya.
5.      Identity Media
Praktisi Public Relations membina hubungan baik dengan media (pers) karena media merupakan mitra kerja abadi public relations.
6.      Lobbying
Melakukan upaya persuasi dan negosiasi dengan berbagai pihak. Kegiatan ini dapat dilakukan jika terjadi sebuah krisis dalam sebuah perusahaan.
7.      Social Investment
 Membuat proram-program yang bermanfaat bagi kepentingan dan kesejahteraan sosial.

2.3 Public Relations

Public Relations masih banyak disalah artikan oleh masyarakat luas, seringkali praktisi PR dianggap sama seperti marketing ataupun costumer service. Public relations juga sering diartikan sebgai Hubungan Masyarakat atau Humas. Istilah Humas kurang cocok dengan pengertian Public Relations. Oleh karena itu kita harus mengerti pengertian Public Relations secara mendalam.
Menurut John. E. Martson (dalam Kriyantono, 2012) mengatakan bahwa Public Relations adalah kegiatan komunikasi persuasif dan terencana yang didesain untuk memengaruhi publik yang signifikan.
Menurut Frank Jefkins, Public Relations adalah suatu bentuk komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian. 
Fungsi PR menurut (Kriyantono, 2012) sebagai berikut:
·         Memelihara komunikasi yang harmonis antara perusahaan dengan publiknya (mantain good communication)
·         Melayani kepentingan publik dengan baik (serve public’s interest)
·         Memelihara perilaku dan moralitas perusahaan dengan baik (maintain good morals and manners)
Jadi, secara garis besar fungsi Public Relations adalah dapat menunjang perusahaan dan menjamin kepentingan publiknya.

2. 4 Kampanye

Salah satu aktivitas atau kegiatan seorang praktisi Public Relations adalah Kampanye PR. Menurut Ruslan (2002) Kampanye PR dalam arti sempit adalah meningkatkan kesadaran dan pengetahuan khalayak sasaran untuk menumbuhkan persepsi yang positif terhadap suatu kegiatan dari suatu lembaga agar tecipta suatu kepercayaan dan citra yang baik dari masyarakat melalui penyampaian pesan secara intensif dengan proses komunikasi dengan jangka waktu tertentu yang berkelanjutan.
Dalam arti luas, kampanye PR memberikan penerangan terus-menerus dan memotivasi masyarakat terhadap suatu kegiatan atau program tertentu melalui proses dan teknik komunikasi yang berkesinambungan dan terencana untuk mencapai publisitas dan citra yang positif .
Charles U. Larson dalam Ruslan (2007:25) membagi jenis kampanye kedalam tiga kategori yaitu:
1.     Product-Oriented Campaigns
Kampanye yg berorientasi pada produk, umumnya terjadi di lingkungan bisnis.
2.     Candidate-Oriented Campaigns
Kampanye yg berorientasi pada kandidat, umumnya dimotivasi karena hasrat untuk kepentingan politik.
3.     Ideologically or Cause Oriented Campaigns.
 Kampanye yg berorientasi pada kandidat, umumnya dimotivasi karena hasrat untuk kepentingan politik.



BAB III

PEMBAHASAN

       Program Kampanye akan berjalan lancar dan seusai dengan tujuannya jika menggunkana prinsip PENCILS. Oleh karena itu program kampanye “Wisata Sejarah berbasis Fun Education di Candi Sumberawan” juga menggunakan prinsip PENCILS agar menumbuhkan persepsi yang positif terhadap suatu kegiatan intensif dengan proses komunikasi dengan jangka waktu tertentu yang berkelanjutan.  Berikut penerapan konsep PENCILS dalam program kampanye ini:
1.      Publicity
Pada “Wisata Sejarah berbasis Fun Education di Candi Sumberawan” akan melakukan publikasi di berbagai media seperti, media elektronik, media cetak dan media sosial. Dalam hal ini kami akan melakukan publikasi berbentuk press release yang memilki nilai berita yang tinggi dan akan dikirimkan kepada media cetak maupun elektronik guna memperkenalkan kampanye ini kepada masyarakat. Meida sosial yang digunakan dalam kampanye ini adalah Instagram dan Twitter.
2.      Events
Program kampanye ini termasuk di dalam event yang disengaja karena memang sengaja dibuat untuk dapat membentuk citra. Event ini bertujuan untuk mengubah citra masyarakat terhadapat pandangan bahwa wisata budaya merupakan wisata yang sangat membosankan. Oleh karena itu kami akan meciptakan suasana yang “fun”namun juga mengedukasi para wisatawan yang bekunjung.
3.      News
Setelah acara ini selesai dilaksanakan divisi Public Relations akan membuat Press release untuk rekan media yang bertujuan untuk menyebarkan informasi kepada publik dan masyarakat bahwa candi sumberawan bukan hanya sebagai tempat untuk kegiatan agama saja tetapi juga bisa untuk rekreasi dan mendapakatkan edukasi.
4.      Community Involvement
Kampanye ini akan mengandeng komunitas pecinta hammock tujuannya agar menciptakan relasi dan keterlibatan komunitas atau masyarakat sekitar. Kampanye ini juga akan melibatkan masyarakat seperti pembukaan kantin makanan disekitar lokasi wisata dan juga menarik  beberapa masyarakat untuk menjadi petugas yang menjaga wisata tersebut.
5.      Identity Media
Bekerja sama dengan media merupakan hal yang wajib dilakukan dalam kampanye ini agar dapat menyebarkan informasi dengan cepat dan masif. Kampanye ini bekerjasama dengan media elektronik maupun media cetak seperti, Radio Elfara, Radio Tidar Sakti, Radio Kalimaya Bhaskara, Radio MFM, Malang TV, Batu TV, Malang Pos, dan Radar Malang.
6.      Lobbying
Lobbying digunakaan untuk melakukan perizinan, mendapatkan sponsor dan juga media partner. Lobbying pertama yang dilakukan dalam kampanye ini adalah mendapat perizinin dari pihak Perhutani agar mendapatkan izin untuk penggunaan lahan tersebut. Lobbying kedua yang dilakukan adalah menghubungi pihak Pertamina secara interpersonal untuk mendapatkan sponsor. Ketiga, melakukan lobbying kepada media seperti, Radio Elfara, Radio Tidar Sakti, Radio Kalimaya Bhaskara, Radio MFM, Malang TV, Batu TV, Malang Pos, dan Radar Malang agar dapat diliput dan disebarkan melalui media massa.
7.      Social Investment
Perusahaan dapat merebut hati masyarakat yang ditujuanya dengan melakukan partisipasi sosial seperti pembangunan jembatan, masjid, taman, tempat bermain anak, batu refleksi dan fasilitas umum lainnya. Hal tersebut dilakukan untuk membuat masyarakat berpikir bahwa kita peduli terhadap candi Sumberawan tersebut.



Daftar Pustaka

Kriyantono, R. (2012). Public Relations Writing: Teknik Produksi Media Public Relations
dan Publisitas Korporat. Jakarta: Prenada Media.

Ruslan, R. (2002) Manajemen Humas dan Manajemen Komunikasi, Edisi Revisi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Integrasi Informasi